Jagoan Sejati

February 13th, 2010

Suatu hari ada seorang Guru berjalan bersama tiga orang muridnya, ketika melewati perempatan jalan mereka menjumpai bangkai binatang yang sangat besar dan baunya menyengat. Setelah sampai tujuan, mereka ditanya oleh sohibul bait, apakah mereka melihat sesuatu di perempatan jalan. Yang satu menjawab bahwa ia melihat bangkai besar sekali, yang satu lagi mengaku melihat bangkai yang baunya sangat menyengat, dan yang satu lagi mengaku melihat bangkai yang seram dilihat mata.

Giliran Sang Guru, beliau menjawab bahwa ia melihat bangkai yang giginya sangat putih. Dari empat jawaban itu mengindikasikan adanya “isi jiwa” atau pusat perhatian yang berbeda-beda. Jadi pada dasarnya siapa itu seseorang dapat dilihat apa yang dikatakan, apa yang dilaporkan dan apa yang dikeluhkan. Kata-kata mutiara berbunyi ; Kullu wi`a in bima fihi yandloh, wa kullu ina in bima fihi tarsyuh, artinya jika ada cipratan dari gelas, pasti isi gelas itu sama dengan yang mencipratnya, dan jika ada suatu wadah rembes, pasti isi wadah itu ada kesamaannya dengan yang merembes. Bagaimana akidah seseorang, bagaimana tingkat ibadah seseorang dan bagaimana kualitas akhlaknya dapat ditengarahi dari apa yang keluar atau yang
dikeluarkan olehnya.

Memang manusia bisa berpura-pura, tetapi keaslian seseorang akan muncul ketika mengalami keadaan puncak; sangat gembira, sangat sedih, sangat takut, sangat berkuasa, sangat terpojok dan sangat leluasa. Fenomena yang sering memperlihatkan keaslian seseorang antara lain adalah ketika kehilangan sesuatu, ketika ditinggalkan sesuatu, ketika ditimpa sesuatu.

Nabi bersabda; laisa as syadidu bis shur`ati innama asyadidu man yamliku nafsahu `indal aghodlobi. Artinya; jagoan itu tidak diukur dari kemampuanya bertarung, tetapi yang sebenarnya jagoan sejati adalah orang yang tetap mampu menguasai dirinya terutama ketika sedang marah. (HR. Muslim)

Wassalam,
agussyafii

—-
Tulisan ini dalam rangka kampanye program Kegiatan ”Amalia Satukan Hati (SEHATI)” Hari Ahad, Tanggal 14 Februari 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://www.facebook.com/agussyafii atau http://agussyafii.blogspot.com, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

agussyafii Uncategorized

Taubat

February 10th, 2010

By: agussyafii

Suatu malam di Rumah Amalia terdengar suara mengaji. Anak-anak terdengar suara riuh ramai. Setelah menghapal Asmaul Husna, saya bercerita. Semua anak-anak sudah duduk melingkar. ”Malam ini judul ceritanya apa Kak?” tanya Eko. ”Taubat” Jawab saya padanya. Kemudian saya bercerita pada anak-anak Amalia.

Dizaman dahulu kala ada orang yang bernama Malik Bin Dinar. Malik Bin Dinar memiliki kebiasaan minum-minuman keras. Ia memiliki seorang anak perempuan yang cantik dan mungil. Malik sangat menyayangi buah hatinya. Ketika berusia lima tahun, Sang buah hatinya meninggal dunia. Malik sangat terpukul dan bersedih. AIr mata nyaterus mengalir tak dapat menyembunyikan kepedihan dalam hatinya.

Malamnya setelah kepergian putrinya yang dicintainya Malik minum-minuman keras. Ditengah tertidur malik bermimpi berada dalam satu tempat berkumpul dengan banyak orang. Seluruh makhluk berkumpul. Malik tiba-tiba dikejar-kejar oleh seekor ular yang sangat besar yang dari mulut mengeluarkan api. Tubuh Malik menggigil ketakutan. Sampai akhirnya Malik bertemu dengan putrinya yang disayangi. Putrinya menjelaskan bahwa ular yang mengejarnya itu adaah perbuatan buruknya yang suka minum-minuman keras.

Disaat terbangun, Malik merasa ketakutan masih terbawa, ia menumpahkan semua minuman kerasnya dan memecahkan semua botolnya. Kemudian malik bertaubat kepada Allah SWT dan menjadi taat beribadah. Allah berkuasa untuk memberikan petunjuk kepada hambaNya agar selalu berada di jalan kebenaran.

Diakhir cerita saya menjelaskan kepada anak-anak Amalia bahwa Allah SWT memiliki nama Ar-Rasyiid. Ar-Rasyiid artinya Yang Maha Pemberi petunjuk. Allah SWT Maha Pemberi Petunjuk kepada hamba-hambaNya pilihan yang bertaqwa kepadaNya, yaitu orang-orang yang mengerjakan perintahNya dan menjauhi larangan-Nya.


Aku mengabulkan permohonan orang yang berda apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS AL-Baqarah :186).

Wassalam,
agussyafii


Tulisan ini dalam rangka kampanye program Kegiatan ”Amalia Satukan Hati (SEHATI)” Hari Ahad, Tanggal 14 Februari 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://www.facebook.com/agussyafii atau http://agussyafii.blogspot.com, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

agussyafii Uncategorized

Kiat Bersabar

February 7th, 2010

Kiat Bersabar

By: agussyafii

Sepanjang kehidupan manusia, problem silih berganti datang, karena makna kehidupan itu sendiri adalah bagaimana menghadapi problem. Problem kehidupan adalah tantangan yang akan mengklasifikasi mana orang-orang baik dan tidak baik, mana orang yang tahan uji dan mana orang yang lemah. Orang mukmin akan selalu beruntung, karena ia bersyukur ketika memperoleh keberuntungan dan bersabar ketika menghadapi kesulitan.

Sebaliknya orang tak beriman selalu tak beruntung, ketika memperoleh keberuntungan ia lupa diri dan ketika menghadapi kesulitan berat ia lupa ingatan. Sabar ialah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi cobaan dan rintangan, dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai tujuan.

Untuk dapat bersabar, Islam mengajarkan kiat bersabar sebagai berikut:

1.Tahan ketika menghadapi hantaman pertama. Rasulullah pernah bersabda:

Innamassabru indassad matil uulaa

Artinya: Sabar yang sesungguhnya ialah ketika menghadapi hantaman pertama.

2. Ketika ditimpa musibah, segera mengingat Allah dan mohon ampunannya. Firman Allah SWT :

Artinya: (Orang-orang yang sabar ialah)  mereka yang ketika ditimpa musibah, berkata; sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Nya. (al Baqarah: 156).

3. Tidak menampakkan musibahnya kepada orang lain, seperti yang dicontohkan oleh istri Abu Talkhah (Ummu Sulaim) ketika anaknya meninggal dunia. (dikisahkan dalam hadis Riwayat Muslim).
 
4. Sabar menghadapi semua cobaan dengan ikhlas kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam hadis Qudsy:  

Hambaku yang mukmin, yang bersabar dengan pasrah kepadaKu ketika kekasihnya Aku panggil kembali (mati), kepadanya tak ada balasan yang layak dari Ku selain sorga. (HR. Bukhari)

Wassalam,
agussyafii


Tulisan ini dalam rangka kampanye program Kegiatan ”Amalia Satukan Hati (SEHATI)” Hari Ahad, Tanggal 14 Februari 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://www.facebook.com/agussyafii atau http://agussyafii.blogspot.com, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

agussyafii Uncategorized

Ikhlas, Sabar Dan Cerdas

February 1st, 2010

Ikhlas, Sabar Dan Cerdas

By: agussyafii

Malam terdengar suara mengaji anak-anak Amalia. Suara cengkrama anak-anak terdengar ramai. Berkelompok mereka sedang menghapal surat al-Lail, seorang anak muda sehabis maghrib bertanda ke Rumah Amalia. Kami berdiskusi hangat tentang kehidupan. Anak muda itu bertanya tentang mukhlis, shabur dan halim. Saya jelaskan bahwa Mukhlis itu artinya orang yang ikhlas, Shabur artinya orang yang sabar dan Halim artinya orang yang cerdas secara emosional dan spiritual.

‘Mas Agus, bisakah menjelaskan ketiga hal tadi?’ tanyanya.

Kemudian saya jelaskan padanya, Nampak anak muda itu mendengarkan dengan seksama. Ada anak Amalia terlihat sedang memperhatikan apa yang menjadi perbicangan kami.

‘Nah, mari kita pahami terlebih dahulu arti mukhlis,’ tutur saya padanya. Mukhlis, artinya orang yang ikhlas. Seorang dengan kualitas mukhlis adalah orang yang hatinya bersih dari keinginan memperoleh pujian. Semua perbuatannya, perkataannya, pemberiannya, penolakannya, perkataannya, diamnya, ibadahnya dan seterusnya, semata-mata dilakukan hanya untuk Allhh SWT. Oleh karena itu baginya pujian orang tidak membuatnya berbangga hati, dan kekecewaan serta caci maki orang tidak membuatnya surut. Dari deretan predikat kualitas yang dicontohkan Nabi dengan urutan Muslim, Mu”min, ”Alim (orang terpelajar), Amil (yang beramal) dan Mukhlis, maka selain mukhlis, mereka masih berpeluang mengalami kesia-siaan (halka).

Manusia dengan kualitas mukhlis adalah orang yang paling produktif bagi dirinya, meski boleh jadi tidak diakui oleh orang lain. Sementara seorang ”alim yang ”amil (orang pandai yang banyak berbuat) tetapi tidak mukhlis adalah kontra produktif bagi dirinya, meski boleh jadi memperoleh banyak penghargaan dari masyarakat. Seorang mukhlis lebih suka menyembunyikan perbuatannya dari penglihatan orang lain, sedangkan kebalikannya yaitu orang yang riya, ia hanya mau melakukan sesuatu jika diketahui orang, atau diliput berita. Orang mukhlis berbuat sesuatu demi Alloh, sedangkan orang riya melakukannya demi pujian orang.

Adapun shabir atau shabur, artinya adalah orang yang sabar atau penyabar. Menurut Imam Ghazali, sabar artinya tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi cobaan dan rintangan, dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai tujuan. Jadi orang yang bisa sabar adalah orang yang selalu ingat kepada tujuan, karena kesabaran itu diperlukan adalah justru demi untuk mencapai tujuan. Orang yang tidak sabar biasanya, karena lupa tujuan akhir, ia mudah terpedaya untuk melayani gangguan-gangguan yang tidak prinsipil, sehingga apa yang menjadi tujuan terlupakan, sebaliknya ia melakukan sesuatu yang justeru mempersulit tercapainya tujuan.. Sabarpun mengenal batas waktu, oleh karena itu jika suatu ketika mengalami kegagalan, sudah diulang gagal, diulang lagi gagal lagi, maka orang yang sabar hams berfikir mencari alternatif, karena boleh jadi sumber masalahnya justru pada keputusan awal yang kurang tepat.

Manusia dengan kualitas penyabar adalah sosok manusia yang ulet, tak kenal menyerah, tak kenal putus asa, dan tak kurang akal. Ia bukan hanya mampu mengatasi kesulitan yang datang dari luar, kesulitan tehnis misalnya, tetapi juga mampu mengatasi kesulitan yang datang dari diri sendiri, kebosanan, kemalasan atau syahwat misalnya. Al Qur”an menghargai manusia unggul yang penyabar, yakni yang sabar dan memiliki kecerdasan intelektuil, Emosionil dan Spirituil (IQ, EQ dan SQ) ,setara dengan seratus orang kafir (yang sombong, emosionil dan tak mempunyai nilai keruhanian) (Q/al Anfal, 65). Dalam keadaan normal, Al Qur”an menghargai peribadi penyabar setara dengan dua orang biasa (Q/8: 66).

Sedangkan manusia dengan kualitas halim, Al Qur”an memberi contoh sosok Nabi Ibrahim. Dia adalah pribadi yang awwahun halim (Q/ at Taubah: 114) Al hilm itu sendiri dapat diartikan sebagai akal, tetapi akal bukan sebagai problem solving capasity, melainkan akal sebagai akumulasi seluruh kecerdasan, intelektual, emosional dan spiritual.

Nabi Ibrahim sebagai sosok model seorang yang berkualitas halim, memang sangat tepat, karena pada dirinya terkumpul sifat-sifat kecerdasan, kelembutan hati, belas kasih, dan perasaan mengkhawatirkan keadaan orang lain. Ibrahim tidak memiliki perasaan marah dan benci termasuk kepada orang yang memusuhinya. Ketika Nabi Ibrahim lapor kepada Alloh SWT tentang kaumnya yang patuh dan yang durhaka, Nabi Ibrahim memohon kepada Alloh agar mengampuni dan menyayangi kaumnya yang durhaka (faman tabi”ani fa innahu minni , waman ”asoni fa innaka ghofu run rohiem (Q/14:36).

Wassalam,
Agussyafii

–

Tulisan ini dalam rangka kampanye program Kegiatan ”Amalia Satukan Hati (SEHATI)” Hari Ahad, Tanggal 14 Februari 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

agussyafii Uncategorized

Sebuah Rumah ”DIJUAL”

January 14th, 2010

By: agussyafii

Seorang Ibu Guru Bahasa Indonesia salah satu SMA yang terlihat cantik menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang bertuliskan ”DI JUAL” mengetuk pintu sambil menyapa, ”Selamat siang Pak.” Pemilik rumah dengan bahagia bergegas menyambut sang tamu.

Pemilik rumah adalah seorang bapak membukan pintu dan langsung berkata, ”Silahkan masuk Bu, Rumah ini luas tanahnya 350 M2, kamarnya ada 4, dan satu kamar pembantu dengan kamar mandinya di dalam, semua sudah bersertifikat hak milik dan ada IMBnya,” kata bapak pemilik rumah penuh semangat mempromosikan rumahnya.

”Maaf Pak, saya kemari bukan hendak beli rumah, tetapi mau memberitahukan, plang tulisan ”DI JUAL” yang dipasang di depan rumah sebaiknya DI-nya disambung dengan kata JUAL sebab JUAL itu bukan nama tempat, Pak. Jadi penulisan yang benar adalah ”DIJUAL” bukan DI JUAL”

Bila anda sebagai pemilik rumah, kira-kira apa tanggapan anda dengan yang disampaikan ibu guru? Terserahlah mau DIJUAL atau DI JUAL kek, yang penting rumah saya laku. Mungkin begitu jawaban anda.

Begitulah dalam kehidupan kita sehari-hari, adakalanya formalitas, kosa kata benar salah seringkali telah menghabiskan energi kita untuk berbuat kebaikan. Padahal apapun yang kita lakukan bila bermanfaat untuk orang lain itulah esensi dari pelajaran agama. Einstein mengatakan, agama yang hakiki adalah hidup dengan seluruh jiwa dan raga seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. Bahkan Baginda Nabi Muhamad SAW bersabda, ”Sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi orang lain.”

Wassalam,
agussyafii


Yuk, sambut satu cinta untuk anak-anak Amalia. Dalam kampanye program ”Satu Cinta Untuk Amalia (TALIA)” Hari Ahad, Tanggal 17 Januari di Monas (Momumen Nasional) Jakarta. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

agussyafii Uncategorized

Keberkahan Sholat Lima Waktu

January 12th, 2010

By: agussyafii

Saya mengenal seorang bapak yang bekerja di bengkel. Beliau memiliki kebiasaan selalu sholat diawal waktu. Begitu azdan terdengar beliau selalu mengajak semua teman-temannya untuk menyegerakan sholat lima waktu. Menurut pengalamannya sholat tepat waktu membawa keberkahan dalam hidupnya. Keberkahan itu adalah kemudahan-kemudahan dalam menjalani hidup ini.

Siang itu beliau bertutur, ”Saya membiasakan diri untuk selalu sholat tepat waktu. Memang banyak orang yang mengatakan bahwa sholat tepat waktu memudahkan kita mendapatkan rizki, saya senantiasa mendapatkan rizki dalam bentuk uang saja tapi juga dalam bentuk yang lain. Oleh karena itu saya selalu membiasakan diri berdoa untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup ini.”

Alhamdulilah setelah saya membiasakan diri untuk sholat tepat waktu, apapun yang saya menjadi niat akan selalu dapat terpenuhi. Misalnya saya pernah ingin sekali makan ayam goreng tepung, saya sudah berusaha untuk titip kepada tetangga saya yang biasa beli tapi ya karena memang bukan rizki pada hari itu dia beli. Ya, dalam hati saya berkata” Ya. Alloh saya ingin sekali makan ayam goreng tapi kok nggak ada yang bisa saya titipi untuk beli ya?”

Subhanallah lewat magrib anak saya yang ke-2, dia kebengkel dengan membawa ayam kentucky dalam jumlah yang cukup banyak. Saya langsung menangis ya Alloh memang hanya Alloh yang dapat menjawab semua keinginan kita. Bukan itu saja banyak kemudahan yang saya dapatkan setelah saya membiasakan diri sholat Lima waktu tepat pada waktunya. Dari anak saya yang mau masuk pesantren tapi disuruh, Pindah kontrakan bengkel yang lebih baik dan masih banyak lagi lainnya. Untuk membiasakan diri itu memang susah tapi kalau sudah menjadi kebutuhan akan semakin mendarah daging Insya Alloh kita akan mendapatkan manfaatnya. Itulah keberkahan saya menjalankan sholat tepat waktu.” Begitulah beliau bertutur pada saya.


Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (Al-Baqarah: 45).

Wassalam,
agussyafii


Yuk, sambut satu cinta untuk anak-anak Amalia. Dalam kampanye program ”Satu Cinta Untuk Amalia (TALIA)”  Hari Ahad, Tanggal 17 Januari di Monas (Momumen Nasional) Jakarta. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

agussyafii Uncategorized

Nikmat Yang Berkah

January 6th, 2010

By: agussyafii

Pada suatu malam ketika anak-anak Amalia sedang belajar mengaji, salah satu anak Amalia bernama Malini terlihat gembira karena mendapatkan buku dan pensil baru yang didapat dari Pamannya. Malini menghampiri teman-temannya dan mengatakan, ”Lihat nih aku punya buku baru..” Teman-temannya melihat Malini yang gembira dan mereka tersenyum penuh suka cita melihat Malini senang.

Setelah selesai mengaji kemudian saya menerangkan kepada anak-anak Amalia bahwasanya ketika kita mendapatkan sesuatu yang menyenangkan kita dianjurkan mengucapkan doa, ”Alhamdulillahil ladzi bi ni”matihi tatimmush shalihaat.” Artinya, ”Segala puji bagi Alloh, yang karena nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.” (HR. Ibnu Sunni dan Hakim). Sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Baginda Nabi Muhamad SAW.

Kita memohon kepada Alloh agar segala nikmat yang kita terima memberikan keberkahan. Artinya Kebaikan yang memberi kenikmatan sejak pada awalnya hinga akhirnya. Sebab terkadang seseorang yang tengah mendapatkan nikmat yang menyenangkan ternyata dibalik semua itu terdapat musibah.

Pernah saya mendengarkan kisah dari seorang teman yang mendapatkan oleh-oleh ikan bandeng kesukaannya, ditengah kegembiraannya menyantap ikan bandeng gusinya tertusuk durinya sampai harus ke rumah sakit untuk berobat. Hal ini bukanlah nikmat yang membawa keberkahan namun nikmat yang membawa sengsara.

Diakhir cerita saya menjelaskan kepada anak-anak Amalia bahwa doa ini memberi kesadaran kepada bahwa nikmat apapun yang kita peroleh semata-mata rahmat dan karunia Alloh SWT. Oleh karena itu hendaknya kita menggunakan rahmat dan karuniaNya untuk kebaikan atau hal-hal yang bermanfaat bagi kita ataupun orang lain. Janganlah kesenangan dan nikmat yang kita peroleh justru merugikan diri kita sendiri atupun lain, baik didunia maupun diakherat kelak.

Wassalam,
agussyafii
—-
Yuk, sambut satu cinta untuk anak-anak Amalia. Dalam kampanye ”Satu Cinta Untuk Amalia (TALIA) Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

agussyafii Uncategorized

Keajaiban Perbuatan Baik

January 3rd, 2010

By: agussyafii

Malam itu seorang teman datang ke rumah. Dia menceritakan bahwa dirinya bukanlah orang yang taat beragama. Sholatnya suka bolong-bolong. Semuanya menjadi berubah ketika satu hari dia mengalami kecelakaan di fly over Kebayoran lama. Motor yang ditumpangi disruduk oleh metromini. Dia mengalami koma beberapa hari. Istrinya dengan setia menungguinya dirumah sakit.

Katanya, Awalnya istrinya tidak percaya, setelah beberapa hari pingsan. Namun ada keajaiban bahwa dirinya bisa tersadar. Dokter terheran dan mengatakan pemeriksaan dan diagnosis terbaru menunjukkan bahwa otaknya sama sekali tidak mengalami gegar. “Kondisi anda sekarang dalam keadaan normal” Kata dokter itu.

teman itu terkejut, hampir tak percaya atas perkataan dokter, dia tidak kuasa membendung air matanya yang meleleh karena kebahagiaan. dia itu bertanya sekali lagi apakah yang didengarnya adalah benar. Dokter mengatakan semuanya benar.

Dia memanjatkan syukur alhamdulillah kepada Alloh SWT yang berkenan menyembuhkan dirinya, hal itu berkat doa keluarga dan anak-anaknya yang setiap hari mendoakan dirinya ketika koma di rumah sakit. karena kebiasaan dirinya telah bershodaqoh dan berbuat baik pada sesama. Sejak itu dia berjanji bukan hanya selalu mengasihi dan menyayangi keluarga dan berbuat baik pada sesama namun juga akan meningkat ibadahnya seperti sholat lima waktunya lebih tertib.


Aswad bin Yazid meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Obatilah orang-orang yang sakit dengan bersodaqoh dan bentengilah harta anda dengan zakat dan siapkan untuk menangkal bala” dengan berdoa.

Wassalam,
agussyafii
—-
Yuk, sambut satu cinta untuk anak-anak Amalia. Dalam kampanye ”Satu Cinta Untuk Amalia (TALIA) Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

agussyafii Uncategorized

Ubahlah Bencimu Menjadi Cinta

January 2nd, 2010

By: agussyafii

Berteman dengan siapapun buat saya adalah sesuatu yang menggembirakan. Banyak mutiara hikmah yang berserakan dimanapun justru yang muncul dari orang-orang yang sederhana. Salah satunya penjual sate ayam. Awalnya saya mengenalnya dibulan suci ramadhan beberapa tahun yang lalu. Orang Madura ini baik dan ramah. Itulah yang membuat dagangan satenya menjadi ramai.

Pada suatu hari dia bertutur bahwa pada saat bulan tertentu seperti bulan ramadhan dirinya bisa kuwalahan melayani pembeli. Sampai dia mengajak sanak saudaranya ikut membantunya berjualan, termasuk bapaknya sendiri. Katanya, pada satu sore para sudah banyak pembeli yang mengantri. Bapak dan saudara-saudara sibuk melayani sementara dirinya pulang untuk mengambil lontong dan sate ayam dirumah. Sekembali ke warung dan pembeli sudah mulai berkurang. Adzan maghrib berkumandang. Sang bapak menghampiri dirinya dan mengatakan kalau kotak uang penjualan hari ini telah hilang diambil orang. Sebagai gantinya bapaknya bersedia bekerja selama ramadhan tidak usah digaji.

Hari telah berlalu, seminggu kemudian. Abis jelang adzan maghrib ada seorang pemuda pesan sate ayam beserta lontong. Bapaknya langsung melayaninya. Orang itu dilayani dengan istimewa, membuat anaknya menjadi heran, kenapa bapak memperlakukan dia sangat istimewa. Mulai dari membakarkan sate, menyiapkan lontongnya, teh hangatnya dengan sangat ramahnya.

“Bapak, siapakah dia? Kenapa bapak melayani dengan sangat istimewa? Apa dia pejabat kelurahan?” Katanya penuh keheranan.

“Bukan. Dia adalah yang mengambil kotak uangmu tempo hari.” Jawab bapaknya. Mendengar jawaban bapak seperti itu rasanya darah saya mendidih. Pengen rasanya saya luapkan amarah saya pada orang itu. Tapi bapak saya mencegahnya dengan mengatakan. “Jangan kamu luapkan amarahmu. Dia adalah guru sejatimu sebab dari dialah, dirimu bisa belajar mengubah bencimu menjadi Cinta.”

Saya dibuat tertegun mendengar tutur katanya. Sayapun sempat bertanya dalam hati, Mengubah benci menjadi cinta? Apakah mungkin? Bagaimana menurut anda?

Wassalam,
agussyafii

Yuk, sambut satu cinta untuk anak-anak Amalia. Dalam kampanye ”Satu Cinta Untuk Amalia (TALIA” Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

agussyafii Uncategorized

Makna Bahagia

January 2nd, 2010

By: agussyafii

Seorang lelaki menelpon penyiar salah satu radio swasta dan dia bertanya kepada penyiarnya, ”Mas, sekarang lagi on air?” ”Benar Pak, sekarang lagi on air, suara anda dapat di dengarkan oleh orang se Jakarta,” jawab sang penyiar penuh percaya diri. ”Bapak hendak request lagu apa?” tanyanya.

Lelaki penelpon itu bercerita, ”Maaf Mas, saya hendak menginformasikan aja nih. Saya baru saja menemukan tas yang berisi uang 60 juta rupiah dan sebuah dompet. Di dalam dompet itu terdapat KTP atas nama penduduk Jakarta.”

”Lalu apa yang bisa kami bantu pak?” tanya sang penyiar.

Lelaki penelpon itu pun menjawab dengan suara yang parau, ”Mas penyiar, maukah anda bermurah hati memutarkan sebuah lagu untuk pria yang malang itu?”

Kisah ini menggambarkan ada orang yang merasa berbahagia karena menemukan uang dalam jumlah yang banyak tetapi bukan miliknya, sementara ada orang yang menderita karena telah kehilangan uangnya dalam jumlah yang banyak. Request lagu untuk menghibur orang yang malang bukanlah jawaban. Jawaban yang tepat untuk menghiburnya adalah mengembalikan uang itu kepada yang berhak.

Berbahagia di atas penderitaan orang lain tidaklah menguntungkan buat diri kita. Bagaimana bila kondisi kita yang menderita, tentunya kita juga tidak akan terima bila kita diperlakukan. Sama seperti halnya lelaki penelpon yang hendak request lagu untuk pria yang malang itu, bagaimana kalo lelaki penelpon itu yang kehilangan uangnya? Tentunya dia tidak akan pernah sanggup menghadapi kenyataan pahit itu. Kuncinya satu hal, sikap empati terhadap sesama patutlah kita miliki. Berempati terhadap penderitaan orang lain akan mengasah sikap kepedulian kita kepada lingkungan sekeliling kita.

Wassalam,
agussyafii

—-
Yuk, sambut satu cinta untuk anak-anak Amalia. Dalam kampanye ”Satu Cinta Untuk Amalia (TALIA) Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

agussyafii Uncategorized